BThemes

Welcome to My Offical Web-Blog

Ilmu adalah sebaik-baik Pusaka. Adab adalah sebaik-baik Sifat. Taqwa itu sebaik-baik bekal. Ibadah itu adalah sebaik-baik barang perniagaan (Ali bin Abi Thalib).

Dream - Believes - Make it Happen

Setiap orang dilahirkan dengan bakat dan minat yang berbeda. Jangan pernah Anda membandingkan, karena belom tentu Anda bisa melakuin apa yang Orang lain. Just Show Your Talents Well.

Jadilah dirimu sendiri dalam hal apapun

Ketika kamu merasa tidak ada yang peduli tentangmu. Bercerminlah!! orang yang kamu lihat, membutuhkanmu lebih dari siapapun! - Denny Ch Pratama -.

Working by Heart

Bekerja dengan Sabar dan Ikhlas, hasil yang diharapkan pun akan sangat memuaskan.

Loving by Heart

Cintailah siapapun yang menyayangimu, kasihani mereka yang membencimu, Ikhlaskan hinaan yang menerpamu.

18 September 2010

Wisata Budaya : Ritual Seblang Oleh Sari



Tradisi           : Seblang Olehsari
Lokasi           : Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi
Awal digelar : Sekitar Tahun 1915
Pelaksanaan : 2– 10 Syawal bulan Hijriah (tahun 2010), biasanya di gelar selama 7 hari di hitung dari hari raya ke 2
Waktu           : Pukul 14.00 – 17.00
Acara            : Ritual bersih Desa dan ungkapan syukur warga atas melimpahnya hasil tanam

Masih dalam suasana Idul Fitri, Rabu 15 September 2010 saya merasa terhentak untuk bisa menyaksikan langsung ritual adat Seblang Oleh Sari di Desa Olehsari (sekitar 5 km sebelah barat Kota Banyuwangi). Tidak begitu sulit mencari lokasi diselnggarakannya ritual ini, karena dari kejauhan sudah terdengar musik gamelan yang "ngelangut' sekakan-akan memanggil siapa saja untuk datang.
Walaupun prosesi dilaksanakan pada siang yang cukup terik, disekeliling arena telah berjubel masyarakat yang akan mengikuti acara Seblang meskipun acara masih di mulai 1 jam lagi (saya berangkat lebih awal, karena ingin meng interview masyarakat sekitar tentang ritual ini). Saya berhasil menemui ketua adat; Bapak Ansori, beliau menjelaskna banyak hal tentang Ritual tahunan ini.
Sejarah unik dari ritual ini yakni dahulu diantara kerumunan penonton itu selalu dibuka jalur yang disediakan untuk jalan tamu gaib yang naik kuda. Siapapun tak berani menginjak jalur atau menduduki kursi tersebut, karena untuk tamu-tamu gaib. Juga disediakan kursi-kursi kosong untuk tamu (saya tidak bersedia duduk karna saya harus mengabadikan ritual tersebut J ). Banyak hal yang bias saya dapatkan dengan datang langsung ke desa Olehsari ini.

1.      About Seblang Oleh Sari
Seblang merupakan upacara bersih desa untuk menolak balak yang diwujudkan dengan mementaskan kesenian sakral yang disebut: “Seblang” yang berbau mistis.Kabupaten Banyuwangi terdapat dua jenis Seblang; yakni Seblang Bakungan dan Seblang Oleh Sari. Seblang oleh sari ditarikan oleh wanita muda selama tujuh hari berturut – turut. Penari menari dalam keadaan kesurupan. Ia menari mengikuti gending atau lagu –lagu sebanyak 28 dan dinyanyikan oleh beberapa sinden.
Mengenai sejarah tentang ritual seblang oelhsari, catatan di buku historis di Desa Olehsari, Seblang pernah tidak diselenggarakan antara tahun 1943 s/d 1956. Bagi masyarakat Olehsari ketiadaan acara Seblang seperti merasa kehilangan sesuatu. Pageblug terjadi, panen banyak gagal dan serangan penyakit terhadap ternak dan manusia tak terhindarkan. Maka pada tahun 1957 acara tersebut dimulai lagi. Konon suasana jadi pulih.
Sebelum Ritual Seblang dilaksanakan, pada malam hari sebelumnya, masyarakat desa itu menggelar selamatan yang dikuti oleh seluruh warga. Pelaksanaan Ritual Seblang dilaksanakan 7 hari setiap sore dan prosesinya sama, kecuali pada hari terakhir ada prosesi Seblang Ider bumi, keliling kampung.
Pada prosesi gending "Kembang Dermo", Seblang menjual bunga. Bunga itu ditancapkan pada sebatang bambu kecil yang terdiri 3 kumtum bunga sehingga mudah untuk dibawa. Hampir semua masyarakat desa, para penonton berebut untuk membeli bunga itu. Bunga-bunga itu disimpan untuk ana-anak atau diletakkan disuatu tempat tertentu di rumah maupun di sawah yang dipercaya sebagai tolak balak untuk mengusir pengaruh-pengaruh jaht, balak penyakit maupun keberuntungan.
Prosesi berikutnya yang disebut "Tundikan", dimana Seblang mengundang tamu atau penonton untuk menari bersama di atas meja,seblang mengajak berkomunikasi interaktif dengan penonton dengan cara melemparkan selendang atau sampur kepada penonton.
Dalam keadaan kesurupan dan mata tertutup, Seblang menunjuk ke arah penonton dimana selendang yang dilemparkan tadi terjatuh atau mengenai seseorang. Penonton berharap bisa mendapatkan Tundik ini dan menari bersama seblang, karena dipercaya dia akan mendapat keberuntungan.

2.     Ritual Seblang
Pada awalnya kesenian Seblang merupakan bentuk kesenian berdasarkan mithologi, konon seblang adalah sisa dari kebudayaan para Hindu yang banyak dianut oleh masyarakat Indonesia pada masa lampau.
Menurut cerita dahulu Seblang dilakukan di setiap desa di Banyuwangi, namun sekarang hanya dapat dijumpai di dua desa dalam lingkungan kecamatan Glagah, Banyuwangi, yakni desa Bakungan dan Olihsari (Olehsari). Walaupun ada beberapa perbedaan diantara keduanya, tetapi pada dasarnya berintikan sama, yaitu : memanggil Roh Halus untuk menari melalui wadag seorang perempuan .
Upacara Seblang biasa dilakukan di pedesaan, konon pada abad ke XVI pernah dipindahkan ke istana oleh seorang bangsawan Blambangan yang bernama LOKENTO. Tetapi Seblang yang dilakukan di Pendopo Kadipaten dan dikenal orang dengan nama "Seblang Lokento" itu kini telah musnah.
Ritual ini dilaksanakan untuk keperluan bersih desa dan tolak bala, agar desa tetap dalam keadaan aman dan tentram. Ritual ini sama seperti ritual Sintren di wilayah Cirebon, Jaran Kepang, dan Sanghyang di Pulau Bali.
Penyelenggaraan tari Seblang di dua desa tersebut juga berbeda waktunya, di desa Olihsari diselenggarakan satu minggu setelah Idul Fitri, sedangkan di desa Bakungan yang bersebelahan, diselenggarakan seminggu setelah Idul Adha.
Para penarinya dipilih secara supranatural oleh dukun setempat, dan biasanya penari harus dipilih dari keturunan penari seblang sebelumnya. Di desa Olihsari, penarinya haruslah gadis yang belum akil baliq, sedangkan di Bakungan, penarinya haruslah wanita berusia 50 tahun ke atas yang telah mati haid (menopause).
Tari Seblang ini sebenarnya merupakan tradisi yang sangat tua, hingga sulit dilacak asal usul dimulainya. Namun, catatan sejarah menunjukkan bahwa Seblang pertama yang diketahui adalah Semi, yang juga menjadi pelopor tari Gandrung wanita pertama (meninggal tahun 1973). Setelah sembuh dari sakitnya, maka nazar ibunya (Mak Midah atau Mak Milah) pun harus dipenuhi, Semi akhirnya dijadikan seblang dalam usia kanak-kanaknya hingga setelah menginjak remaja mulai menjadi penari Gandrung.
Tari Seblang ini dimulai dengan upacara yang dibuka oleh sang dukun desa atau pawang. Sang penari ditutup matanya oleh para ibu-ibu yang berada dibelakangnya, sambil memegang tempeh (nampan anyaman dari bambu). Sang dukun mengasapi sang penari dengan asap dupa sambil membaca mantera. Setelah sang penari kesurupan (taksadarkan diri atau kejiman dalam istilah lokal), dengan tanda jatuhnya tempeh tadi, maka pertunjukan pun dimulai. Si seblang yang sudah kejiman tadi menari dengan gerakan monoton, mata terpejam dan mengikuti arah sang pawang atau dukun serta irama gendhing yang dimainkan. Kadang juga berkeliling desa sambil menari. Setelah beberapa lama menari, kemudian si seblang melempar selendang yang digulung ke arah penonton, penonton yang terkena selendang tersebut harus mau menari bersama si Seblang. Jika tidak, maka dia akan dikejar-kejar oleh Seblang sampai mau menari.
Musik pengiring Seblang hanya terdiri dari satu buah kendang, satu buah kempul atau gong dan dua buah saron. Sedangkan di Olihsari ditambah dengan biola sebagai penambah efek musikal. Dari segi busana, penari Seblang di Olihsari dan Bakungan mempunyai sedikit perbedaan, khususnya pada bagian omprok atau mahkota.
Pada penari Seblang di desa Olihsari, omprok biasanya terbuat dari pelepah pisang yang disuwir-suwir hingga menutupi sebagian wajah penari, sedangkan bagian atasnya diberi bunga-bunga segar yang biasanya diambil dari kebun atau area sekitar pemakaman, dan ditambah dengan sebuah kaca kecil yang ditaruh di bagian tengah omprok.
Pada penari seblang wilayah Bakungan, omprok yang dipakai sangat menyerupai omprok yang dipakai dalam pertunjukan Gandrung, hanya saja bahan yang dipakai terbuat dari pelepah pisang dan dihiasi bunga-bunga segar meski tidak sebanyak penari seblang di Olihsari. Disamping unsure mistik, ritual Seblang ini juga memberikan hiburan bagi para pengunjung maupun warga setempat, dimana banyak adegan-adegan lucu yang ditampilkan oleh sang penari seblang ini.
Upacara kesenian ritual Seblang adalah salah satu bentuk tradisi tari sakral yang bermotivasikan agraris spiritual. Bertujuan untuk kemakmuran masyarakat, dengan mengupayakan kesuburan tanah atau mengusir penyakit. Dengan mengadakan Seblang, masyarakat setempat akan terhindar dari malapetaka.

3. Mitos Antara Seblang Dan Dewi Sri
Tari Seblang bukanlah satu-satunya tari tradisional Indonesia yang diadakan sebagai ungkapan rasa syukur atas kesuburan tanaman yang mereka peroleh. Dalam budaya Jawa-Mataraman dikenal yang namanya upacara Bersih Desa. Pada budaya Jawa non-Mataraman, dikenal pula upacara Sedekah Bumi. Di Bugis-Makassar, ada upacara bernama Mappalili. Dalam budaya Suku Dayak Kenyah yang berada di Kalimantan Timur ada pula upacara kesuburan yang disebut Lepeq Majau. Di Bali ada upacara Mungkah, Mendak Sari atau Muat Emping Ngaturan Sari.
Simbol kesuburan dilambangkan dengan sesosok dewi cantik jelita bernama Dewi Sri. Lain daerah, lain pula nama simbol padi dan kesuburannya. Dalam budaya Jawa, ada simbol yang bernama Nini Thowok. Pada budaya Sunda, dikenal dewi bernama Nyi Pohaci Sangiang Sri Dangdayang Tisnawati. Pada budaya Dayak, simbol padi dan kesuburan dilambangkan dengan penokohan Bini Kabungsuan.
Tokoh Dewi Sri dalam budaya kesuburan adalah sakral. Folklore tiap daerah pun mempunyai versi yang berbeda tentang Dewi ini. Dalam folklore Sunda, Dewi Sri lahir dari sebutir telur dari air mata seorang Dewa cacat bernama Dewa Anta. Konon, saking cantiknya sang Dewi, raja para Dewa; Bathara Guru, jatuh cinta dan ingin mengawininya. Namun niat itu digagalkan oleh dewa lain dengan cara membunuh Dewi Sri dan menguburkannya di bumi. Beberapa hari kemudian, dari kuburannya muncul beberapa jenis tanaman pangan. Dari bagian kepala, munculah kelapa. Dari bagian mata, tumbuh padi biasa. Dari dadanya, muncullah padi ketan. Dari kemaluannya tumbuh pohon enau dan dari bagian lain muncullah rerumputan. Kejadian di daerah lain, hampir sama, yakni sosok sentral wanita meninggal. Lalu dari kuburannya muncul tanaman-tanaman pangan.
Bukan hanya di Indonesia, Curt Sarch sang penulis buku World History of the Dance mengungkapkan bahwa jauh sebelum Masehi, para Shaman telah menciptakan hujan dengan ritual tari gembira. Kalau anda penasaran seperti apa ghost dance atau rain dance ini, tengoklah sosok Jim Morrison saat sedang tampil di atas panggung dan dalam keadaan trance. Morrison yang terobsesi dengan budaya Indian akan menari-nari liar. Itulah ghost dance.
Di suku Amazon , ada tari bernama Tari Itogapuk. Tari ini membentuk gerakan laki-laki dan perempuan yang saling bersatu, melingkari sebuah tanaman, saling menempelkan pinggul lalu sang penari perempuan digendong untuk kemudian dibawa pergi.
Ben Suharto, sang penulis buku Tayub; Pertunjukan dan Ritus Kesuburan, mengungkapkan bahwa tari ritual kesuburan selalu berusaha mencapai suatu sikap mistis tentang seksual dengan cara mendekatkan manusia berbeda kelamin atau dengan cara saling melingkari.
Tari Seblang pun, melambangkan kesuburan dengan simbol mahkota yang dipakai oleh sang penari yang dihias dengan kembang aneka warna yang melambangkan kesuburan.
Satu kesimpulan yang bisa ditarik dari sini adalah betapa wanita merupakan sosok penting dalam mitos kesuburan, baik kesuburan tanaman maupun kesuburan reproduksi.
Seperti terdapat pada petikan dari sebuah naskah kuno bernama Atharvaveda yang berbunyi "Perempuan datang sebagai lahan hidup; taburkanlah benih ke dalamnya, oh para lelaki."

4.     The Uniqueness of Seblang Oleh Sari
Sebelum seblang olehsari dimulai, saya bertanya kepada sekitar warga dan kepala adat (Bapak Ansori kala itu) tentang apa hal yang unik dari tarian seblang oleh sari, secara sekilas beliau menjelaskan hal-hal yang unik dari seblang yang telah ada sejak 1915 ini.
Keunikan dari ritual ini adalah mengenai tempat ritual, Sebenarnya sudah ada tempat yang sudah di buatkan khusus untuk penari seblang, yang terbuat dari bangunan, namun sejak tahun 2007, si penari menolak untuk di tempatkan di bangunan baru tersebut, si penari lebih memilih tempat yang di buatkan dari panggung yang alami.
Selain itu masih banyak keunikan dari ritual ini seperti terdapatnya Kiling, Payung Agung, Suara Sinden yang merdu, dan tarian-tarian unik dari si penari seblang dan masih banyak yang lainnya.
KEEP OUR CULTURE

Sumber:
Warga Desa Oleh Sari, Khususnya pemangku adat

17 September 2010

Tips and Trick: Tips Langsing dan sukses diet

Buat kawan2 neh, yang pada bingung ngurangin BB (bukan black berry / bery bery lo ya.he)
Aku uda search buat kalian smua yang tentunya bisa di coba dan di laksanakan dengan sebaik2nya , ,, biar semakin memikat dan mempesona, cuma ada 18 an tips kok, dan iku mudah2 bgt (banyak ya 18? heehe,, pengen TETEP GEMUK KAH?? , , , ihiiiiiiirr... cekedoT

Tips Terbaik untuk Tetap Langsing
1.      Jangan makan sampai kenyang. Makanlah dengan porsi kecil 5 sampai 6 kali dibandingkan dengan anda makan kenyang sekali. Makan kenyang menyebabkan kalori yang tersisa akan mengendap di tubuh anda.
2.     Buatlah rencana program diet yang sesuai dengan kemampuan anda. Janganlah membuat target yang muluk-muluk. Tentukan target berat badan ideal anda. Turun 1 kilo seminggu merupakan prestasi buat anda.
3.     Janganlah makan saat akan tidur. Tubuh akan menimbunnya menjadi lemak. Makanlah saat anda masih beraktifitas, sehingga kalori yang terbentuk akan dibakar menjadi tenaga anda.
4.     Olahraga teratur akan banyak membantu anda untuk melemaskan otot dan membakar kalori yang terpendam.
5.     Janganlah cemas menghitung besarnya kalori setiap anda makan. Biarkan tubuh anda yang memutuskan kapan dan berapa banyak yang sebenarnya dibutuhkan.
6.    Jika anda merasa lapar dan meraih sesuatu untuk dimakan tunggulah lima menit. Jika setelah itu anda masih merasa lapar, makanlah.
7.     Jika saat anda makan besar dalam posisi duduk , jangan langsung ditelan. Rilekskan diri anda, kunyahlah makanan secara perlahan, dan konsentrasi pada apa yang anda makan. Hal ini mungkin akan membuat anda mendengar apa yang dikatakan tubuh kepada anda.
8.     Saat anda selesai makan di meja, jangan biarkan anda tetap duduk di tempat tersebut. Hal ini membuat resiko tinggi bagi anda untuk menghabiskan makanan yang tersisa.
9.     Gunakan pemanis selain gula. Dengan pengganti pemanis ini anda dapat mengurangi berat badan 7 kilo dalam setahun.
10. Jangan melihat terlalu lama terhadap makanan yang lezat. Ada bukti menunjukan bahwa anda dapat gemuk dengan hanya melihat. Ketika anda melihat, mencium bau yang lezat tubuh anda mulai mempersiapkan proses pencernaannya dan anda akan merasa lapar.
11.   Jangan timbang berat badan anda setiap hari. Satu kali seminggu adalah cukup. Anda akan merasa lebih gemuk atau depresi bila anda mengukur berat badan anda terlalu sering.
12.  Jika program penurunan berat badan anda terlu sulit pertimbangkan bergabung dengan klub penurunan berat badan yang ada di sekitar anda.
13.  Habiskan sedikit waktu untuk merenungkan tentang pola makan anda yang buruk. Kesadaran mengenai pola makan yang buruk akan membuat anda lebih mudah menjalankan program diet.
14. Janganlah makan di depan televisi. Anda perlu berkonsentrasi pada apa yang anda makan sehingga membantu program diet anda.
15.  Bila anda diundang pesta, untuk tidak mengacaukan diet anda, makanlah sedikit makanan kecil sebelumnya.Ini akan membuat selera anda sedikit turun dan menghindari anda makan banyak di pesta nanti.
16. Jangan tergoda untuk mencobai makanan saat anda masak biasanya anda akan makan lebih banyak dari seharusnya yang anda sebut sebagai “ sample ”.
17.  Hindari penggunaan pil pengurus badan ( konsultasikan dengan dokter anda ) !!!  pentING
18. Bicara postif mengenai kebiasaan diet anda. Jika seseorang bertanya apakan anda sedang mencoba untuk diet ? Jawablah tidak, saya memtuskan untuk mengubah pola makan saya dan mengurangi berat badan. Kata “mencoba” memberikan kesan kemungkinan untuk gagal. Anda tidak mempunyai kemungkinan gagal untuk menjadi langsing.

SO, TUNGGU APA KAMU!!! DO IT NOW!

Sember:

Wisata Budaya : Tradisi Gelar Pitu

Tradisi           : Gelar Pitu
Lokasi            : Desa Glagah, Kabupaten Banyuwangi
Pelaksanaan : Hari Raya Ke 7 / 7 Syawal bulan Hijriah
Acara             : Ritual penyucian Barong dan mahkota (omprok) Seblang serta gunungan ketupat yang diarak dan didoakan di makam leluhur, Mbah Saridin – Arak-arakan Ketupat Gunggungan.

Banyuwangi merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang kaya akan seni Budaya, Masayarakat Banyuwangi sangat menjunjung tinggi tradisi yang telah ada dari zaman nenek moyang beberapa tahun silam. Salah satu tradisi yang masih di jaga oleh masyarakat Banyuwangi adalah Tradisi Gelar Pitu di Desa Glagah (30 Menit Perjalanan dari Pusat Kota)
Setiap Lebaran hari ketujuh atau 7 Syawal tahun Hijriyah, warga Dukuh Kopen Kidul, Dusun Kampung Baru, Desa / Kecamatan Glagah, memperingati Lebaran Ketupat yang disebut Gelar Pitu.
Istilah gelar Pitu berasal dari kata Gelar yang artinya menggelar atau menata, sedangkan pitu berarti pitutur atau ucapan. Jadi jika di artikan Gelar Pitu mengandung makna menata ucapan dari buyut Saridin, yang telah memberikan tujuh wejangan kepada keturunannya. Salah satu isi wejangannya adalah keturunan Mbah Saridin diminta melaksanakan sedekah bumi yang dilaksanakan di halaman atau di tengah jalan. Selamatan itu dilaksanakan dengan menggunakan pelepah pisang atau biasa di sebut Ancak. Tradisi ini menurut tokoh yang dituakan di desa tersebut telah di laksanakan sejak akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20.
Dalam tradisi ini, masyarakat setempat menggelar ritual penyucian Barong dan mahkota (omprok) Seblang serta gunungan ketupat yang diarak dan didoakan di makam leluhur; Mbah Saridin; yang diyakini sebagai pelopor pembabat hutan untuk di jadikan perkampungan.
Setiap tahunnya tampak warga sesepuh adat mensucikan barong, mahkota Seblang, dan gunungan ketupat di makam leluhur. Kegiatan ini bertujuan untuk menolak bala dan wujud sukur atas keamanan dan rejeki.
Dalam Tradisi ini terdapat pula alunan musik yang terdengar begitu unik dan menggema dari pengeras suara yang terpasang, suara alunan musik yang rancak dalam tradisi ini sangat berbeda dari suara alat music yang kita kenal.
Alunan suara yang sangat rancak dan ceria tersebut di alunkan oleh beberapa buah lesung (peralatan dapur Tradisonal) yang di tabuh oleh delapan perempuan, sang penabuh selalu menunjukkan senyum kecil yang tak henti-hentinya merka suguhkan; hal ini di lakukan untuk mennjukkan rasa bahagia, oleh warga sekitar kegiatan ini di sebut Gedogan.
Kegiatan tidak berhenti sampai disitu saja, ketika alunan music di suarakan, 6 orang laki-laki yang berpakaian khas Banyuwangi (memakai pakaian serba hitam dan udeng khas Banyuwangi) berjalan menuju areal persawahan. Mereka bermaksud mengambil air suci dari sebuah mata air yang berlokasi di pinggir sungai (mata air ini terletak sekitar 2 KM dari lokasi gelar pitu). Aroma kemenyan yang merupakan sebuah syarat juga Nampak disepanjang jalan menuju air tersebut, yang asapnya menunjukkan jalan menuju lokasi air suci yang akan di ambil oleh seorang dalam dua wadah kendi yang nantinya akan di diamkan selama beberapa jam. Selain aroma kemenyan, hal yang menarik dalam perjalanan tradisi ini adalah si pembakar kemenyan yang tiba-tiba kesurupan ketika sampai di gubuk tengah sawah (gubuk tersebut di yakini merupakan padepokan milik Mbah Saridin). Pada sore hari, satu kendi air yang telah diisi penuh tersebut digunakan untuk memandikan kepala Barong. Sedangkan satu kendi lainnya di gunakan untuk nyekar di makam leluhur desa Glagah dan keluarganya. Dalam tradisi ini, pengunjung juga akan disuguhi berbagai kesenian tradisional Banyuwangi, seperti Kuntulan, tari Gandrung, Barong, dan juga terdapat angklung paglak.
Setelah semua pagelaran di laksankan dalam Tradisi Gelar Pitu, tradisi terakhir yang di suguhkan adalah upaca arak-arakan Ketupat Gunggungan (seluruh ketupat tersebut diisi uang antara Rp. 1.000,- sampai Rp. 5.000,-) yang di arak mengelilingi kampung, pada saat yang sama, warga menyediakan masakan dalam Ancak di sepanjang jalan desa yang di lewati oleh arak-arakan hingga arak-arakan berakhir ditempat akhir yang telah ditentukan (untuk tahun ini berada di musola yang berlokasi di Dukuh Kopen Kidul).
Antara percaya atau tidak, hal mistik yang terjadi ketika di lakukan arak-arakan adalah jumlah uang yang berubah menjadi Rp. 10.000 – Rp. 20.000,- ketika ketupat tersebut sudah ada di genggaman warga. Tidak hanya hal tersebut yang unik, ketika ketupat yang di dapatkan berisi uang, maka dipercaya rejeki kita akan lancar dalam 1 tahun kedepan, begitu pula sebaliknya, jika ketupat kosong, maka rejeki kita akan menurun dalam 1 tahun ke depan.
Tradisi Gelar Pitu adalah satu dari banyak tradisi yang ada di Kabupaten Banyuwangi yang di gelar hanya satu tahun satu kali, jadi saying sekali jika tidak menyaksikan tradisi ini. So keep ur vacation for the next best tradition of Banyuwangi.

Sumber:
Tempointeraktif.com / Radar Banyuwangi

10 September 2010

Liburan: Pantai Ngliyep Malang


Ingin menikmati pantai pasir putih? Tidak usah jauh-jauh ke luar Pulau Jawa. Siapkan koper Anda dan berkunjunglah ke Pantai Ngliyep di Malang. Pantai Ngliyep akan menyuguhkan sesuatu yang spesial untuk Anda.
Pantai Ngliyep terletak di Kecamatan Donomulyo, 62 km arah selatan dari Kota Malang. Letak Pantai Ngliyep yang berada di tepi Samudera Indonesia, menjadikan pantai ini memiliki panorama keindahan alam yang luar biasa indah.
Pasir putih di hamparan pantai akan memanjakan Anda untuk berjemur, bermain pasir atau pun sekedar menghabiskan waktu untuk menikmati sunset. Selain pasirnya yang menggoda, ombak yang berderu dan tebing-tebing curam yang dikelilingi oleh hutan lindung akan meneduhkan pandangan Anda. Suasana yang sangat kontras dari kota metropolitan.
Anda dapat beristirahat di pulau kecil yang bernama Gunung Kombang. Bahkan, menikmati senja di pulau kecil ini, akan memberikan kesan yang tidak terlupakan. Pantai ini jarang dikunjungi oleh traveler, jadi kebersihan pantai ini dapat Anda buktikan sendiri.
Setiap setiap tanggal 14 bulan Maulud dalam penanggalan Jawa, selalu diadakan Upacara Labuhan. Labuhan, yang artinya memberikan sajian ke laut, memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur dan memenjatkan doa untuk diberi kesejahteraan. Dalam upacara itu juga ada sesi mengorbankan kepala hewan kambing/sapi ke dalam laut sebagai sesaji untuk Kanjeng Ratu Kidul, Sang Ratu Laut Selatan.
Berhati-hatilah saat berenang, pantai selatan terkenal dengan arus ombaknya yang kencang. Namun, Anda tidak akan merugi jika hanya menghabiskan waktu untuk bermain di pantai. Tempat ini sudah dilengkapi dengan fasilitas lahan parkir, cottage, mushola dan pos kesehatan yang akan menunjang kenyamanan Anda.
Berlibur ke Pantai Ngliyep bisa menjadi tujuan destinasi untuk mengisi liburan Natal dan Tahun Baru. Ajak kerabat Anda untuk menikmati pantai yang belum terlalu dikenal oleh orang lain ini. Jangan lupa, untuk menjaga kebersihan di mana pun destinasi perjalanan Anda.

Survey lokasi Diklat + Liburan + Photo2 












  Sumber:
http://travel.detik.com

5 September 2010

Indonesia Sahabat Malaysia


Dalam Kasus yang sedang gempar di bicarakan oleh dunia politik Internasional saat ini adalah tentang kasus ambalat yang kembali muncul, setelah sempat terhenti dan adem ayem, kasus ini kembali muncul pada Sabtu pagi (9/4). KRI (Kapal Republik Indonesia) Kedung Naga ditabrak kapal patroli Kerajaan Malaysia KD Rencong di dekat Karang Unarang, perairan Ambalat, Kaltim. Serta pada 13 Agustus 2010 di perairan kepulauan Riau yaitu penyanderaan 3 orang petugas Kementrian Kelautan dan Perikanan Riau oleh Polisi Diraja Malaysia karena menangkap 7 orang nelayan Malaysia yang mencuri ikan di perairan Indonesia, telah membuat reaksi yang keras bagi sebagian besar rakyat Indonesia. kita bisa melihat di berbagai pelosok negeri ini banyak sekali pemuda-pemuda Indonesia yang menolak keras atas pengklaiman Blok Ambalat oleh malaysia. Namun kenapa Mereka hanya mengklaim? Selain itu, Tak ada tindakan tegas (mungkin belum muncul) dari pemerintah tentang kasus ini, apakah pemerintah sama seperti rakyatnya yang hanya bisa untuk "berkoar-koar" namun tak bisa melakukan suatu hal yang kongkret? Dan real action?
Segala permasalahan bisa di selesaikan dengan jalan musyawarah atau damai, mungkin itu yang akan di sampaikan Presiden ke 6 RI yang terpilih “dua” kali oleh rakyat ini. Sebagai orang yang berpengaruh di dunia politik Indonesia, tentunya beliau tidak akan seenaknya dalam membuat keputusan, yang akhirnya bisa berdampak buruk untuk masyarakat serta NKRI. Semenjak kasus ini muncul, hingga beberapa bulan setelahnya, tak ada respon dari pemerintah tentang kasus Ambalat ini.
Tapi pada 01 Agustus 2010 kemarin, akhirnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan sikap resmi terhadap konflik Indonesia-Malaysia. Sayangnya, SBY dinilai gagal menunjukkan sikap tegas posisi Indonesia terhadap Malaysia. Meski, ada pula sejumlah pihak yang memuji. Demikianlah sebuah keputusan yang pasti akan menimbulkan pro dan kontra (padahal itu SBY sudah berfikir masak-masak atas keputusannya, masih ada saja kontra yang bergejolak)
Memang banyak yang mendukung sikap pemerintah, ada juga yang menolak mentah-mentah sikap yang di nyatakan oleh pemerintah.
Menurut Pengamat Hukum Internasional UI Depok, Haryadi Wirawan : “Pidato Presiden SBY adalah materi penjelasan situasi terkini ke Tentara Nasional Indonesia (TNI). SBY mencoba meredam emosi TNI dengan menjelaskan langsung di markas TNI tersebut. SBY menanyakan kesiapan TNI. Tapi SBY lantas menjelaskan duduk persoalan kepada TNI atas situasi senyatanya. SBY mencoba menjelaskan untung ruginya jika mengambil langkah tegas. Karena sebagian perwira tinggi TNI sangat tidak puas atas penanganan beliau terhadap kasus ini. Sikap SBY mengikis kedigdayaan Indonesia.”
Pidato presiden tentang Malaysia sama sekali telah diperkirakan akan seperti itu, baik materi maupun isi. Namun pertanyaan publik tetap tak terjawab yaitu bagaimana sikap kita terhadap tingkah laku Malaysia.Di mana Malaysia berulang kali menguji kesabaran Indonesia sebagai tetangga yang berdaulat dengan melangkahi batas-batas toleransi. Presiden bahkan cenderung menyalahkan beberapa elemen masyarakat yang dengan tegas dan berani melakukan penyikapan terhadap sikap Malaysia ini. Kita sendiri merasa rendah diri berhadapan dengan Malaysia, karena banyaknya rakyat kita yang mencari makan di negara itu. Malaysia melihat kita lemah bahkan mungkin lebih dari itu. Jangankan dengan Malaysia, dengan Singapura saja kita sering bersikap lemah. Di akui atau tidak, Malaysia merupakan investor terbesar Indonesia selama ini. Selain itu ada lebih dari 2000 WNI Indonesia yang memang mencari nafkah di negeri tetangga tersebut. Apa mungkin karena kasus ini, Indonesia akan melakukan gencatan senjata? Mungkin dalam benak pemerintah saat ini adalah, apa yang akan terjadi kedepan jika Indonesia melakukan gencatan senjata?
Ada pertanyaan yang lebih menohok lagi selain itu, bagaimana nasib 2000 WNI yang bekerja di Malaysia jika kita berperang (sesuai yang di inginkan beberapa LSM)? Dan bagaimana nasib politik dan ekonomi di kedua Negara tersebut?
Permasalahan ini tak semudah membalikkan telapak tangan! Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai warga Negara yang baik? Yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi?
Apa warga Indonesia harus bertindak anarkis? Atau melakukan hal yang tak terpuji? Seperti melakukan pemblokiran jalan untuk mensweeping dan mengusir warga Negara Malaysia yang di lakukan oleh LSM BENDERA pada 4 september di Jakarta? Atau mungkin melakukan aksi unjuk rasa dengan cara orasi dan pembakaran bendera Malaysia di depan gedung DPRD Provinsi Banten Jl. Raya Palima Serang, yang di lakukan oleh ratusan anggota Forum Bersama Laskar Merah Putih (FBLMP). Di akui atau tidak Negara kita telah bebas mengapresiasikan demokrasi nya, tapi apa kita harus bertindak anarkis? Meskipun demokrasi tidak di batasi?
Tentu jawaban yang saya lontarkan adalah TIDAK! Indonesia memang sedang tertindas karena kasus ini (bisa di katakan seperti itu), tapi kita tidak harus bertindak anarkis, seperti melakukan aksi pembakaran bendera Malaysia. Sebuah bendera suatu negara bukanlah hanya sebatas selembar kain yang di berikan warna dan di pajang ketika hari-hari tertentu seperti independent day, pun ini juga merupakan salah satu ideology yang harus di jaga dan di hargai oleh semua warga Negara. Butuh pengorbanan dan harga diri untuk mendapatkannya. Sekarang yang perlu kita tanyakan adalah “apa yang akan kita rasakan jika Bendera merah putih” di bakar oleh Negara lain?
Di akui atau tidak, kita bisa mengamati beberapa Warga Indonesia cenderung bersikap gegabah dan tidak memikirkan jangka panjang dalam menyelesaikan sebuah kasus, baik itu kasus kecil maupun kasus besar. kita perlu mawas diri dalam menghadapi sebuah kasus, apalagi yang berhubungan dengan jati diri bangsa! Jangan hanya ketika kita di ambil baru kita bertindak (ingat kasus tari pendet? Batik? Tempe? Dan sebagainya?)
Kita bisa melihat respon warga Malaysia atas kasus ini; apa mereka bertindak anarkis dalam menyikapi sebuah kasus?
Sahabat saya bertanya kepada orang malaysia, yang pastinya tentang kasus ambalat ini, apa yang mereka katakan tak sesuai dengan apa yang ada di pikiran saya. tidak sama dengan apa yang seperti dilakukan oleh rakyat-rakyat indonesia., mereka seperti menyerahkan sepenuhnya dan mempercayakan sepenuhnya kepada pemerintah. Masyarakat Malaysia yakin dengan kemampuan pemerintah mereka akan dapat menyelesaikan kasus ini dengan baik dan mereka pun memberikan suatu dukungan penuh terhadap pemerintahnya. Dan mereka pun melakukan hal-hal lain yang lebih penting dari pada harus "berorasi dan bertindak anarkis”.
Sungguh diluar dugaan!!
Apa pendapat kalian tentang apa yang telah dilakukan oleh masyarakat malaysia mengenai kasus Ambalat ini ?? apa kita memang harus berperang?
Malang, 05 September 2010, 02.06 WIB

3 September 2010

KRITIK untuk DUTA WISATA!!!!

Setelah saya di nobatkan sebagai duta wisata Kabupaten Banyuwangi, Saya berusaha untuk selalu mengakses beberapa link / web yang berhubungan dengan Seni, Budaya, dan PAriwisata dan atau segala aspek yang berhubungan dengan hal itu, akhirnya saya menemukan link yang di dalamnya mengkritisi tentang DUNIA DUTA WISATA, ternyata Dunia Pariwisata mendapat Sorortan dari beberapa Pihak, berikut cuplikan argument nya:
Perhelatan pemilihan duta wisata yang digelar di beberapa daerah belakangan ini menyedot antusiasme yang tinggi dari para putra-putri daerah. Duta wisata yang diharapkan dapat mewakili daerahnya dalam upaya mempromosikan potensi dan aset wisata daerahnya, juga diharapkan bagi yang terpilih menjadi duta wisata adalah sosok duta wisata yang kreatif, inovatif, percaya diri, berpengalaman dan berjati diri. Hal itu ditunjang oleh penampilan yang simpatik, yang kemudian diarahkan untuk dapat menggapai visi terwujudnya duta wisata sebagai generasi yang berkualitas, santun, berdedikasi untuk melestarikan budayanya. Selain itu juga dapat berperan aktif dalam mempromosikan kepariwisataan.
Penyelenggaraan pemilihan duta wisata merupakan bagian integral dari pembangunan dunia pariwisata serta pelestarian nilai-nilai seni dan budaya nasional. Kriteria penilaian duta wisata senantiasa ditingkatkan kualitasnya dengan menitikberatkan kepada keterpaduan seluruh komponen penilaian secara menyeluruh. Hal itu menyangkut perpaduan terbaik dari aspek-aspek yang mencakup pengetahuan umum pemerintah pusat dan daerah; pengetahuan sejarah dan kebudayaan daerah; pariwisata dan public speaking; etika busana dan penguasaan bahasa; psikologi dan pengembangan diri.
Perlu diketahui, ajang pemilihan duta wisata merupakan atraksi wisata yang bertujuan melestarikan budaya daerah. Sekaligus sarana pengembangan potensi bakat, kreativitas, kecerdasan para generasi muda untuk menjadi figur yang dapat berperan dalam mempromosikan kekayaan seni, budaya dan pariwisata. Serta menghilangkan citra sebagai pelengkap kegiatan atau pajangan saja. Melalui ajang ini para finalis duta wisata diharapkan dapat memiliki disiplin, dedikasi, dan tanggung jawab yang tinggi untuk membantu pemerintah daerahnya dalam memamerkan serta mempromosikan keanekaragaman kebudayaan daerah kepada wisatawan. Sebagai duta wisata, selain harus mampu mempromosikan dunia wisata daerahnya dan sekaligus membantu pemerintah daerah mengajak warga untuk menjaga budaya bersih, indah, dan tertib yang akhirnya menghasilkan masyarakat yang bersih, bermoral, serta bermental baik. Di samping itu, pemilihan duta wisata diharapkan juga mampu menjadi inspirator dan motivator bagi generasi muda dalam menjalankan peran dan fungsinya di masyarakat.

AJANG POPULARITAS??
Hakikatnya, acara pemilihan duta wisata hanya dinilai dari pengetahuan dan kematangan individu secara personal dan bukan sosial. Seharusnya pemenang dari kegiatan ini adalah orang yang telah berbuat banyak untuk kemajuan daerahnya. Kata kuncinya adalah telah berbuat dan bukan telah berteori saja atau punya ilmunya. Akhirnya ketika sang pemenang hanya dinilai dengan kriteria tersebut, output pemilihan duta wisata tidak akan tercapai. Buktinya, pemilihan duta wisata yang digelar di beberapa daerah dalam sekian tahun terakhir, selama itu pula kita tidak bisa melihat pembuktian dari para duta wisata. Pada akhirnya kita hanya melihat sebuah kegiatan rutinitas tanpa hasil yang jelas. Beginilah nasib bangsa ini yang selalu menghabiskan uang rakyat tetapi bukan untuk rakyat. Mengkritik persoalan ini jelas tidak akan membawa banyak perubahan, karena persoalannya terletak pada kriterianya. Pastikan pemenangnya adalah orang yang mempunyai knowledge, skill, dan attitude yang baik yang diaplikasi ke dalam kehidupan sehari-hari.
Sesungguhnya, tujuan pemilihan duta wisata sendiri sudah menyimpang dari tujuan awalnya, yang memilih duta untuk mewakili kebudayaan daerahnya sendiri. Kebanyakan peserta menjadikan ajang ini sebagai pencarian popularitas dan tampil belaka. Beberapa pengetahuan yang mereka miliki tentang kebudayaan daerah hanyalah informasi seadanya dari bacaan-bacaan yang mereka hafalkan selama proses pemilihan. Walaupun tidak sedikit yang mengakui potensi individual dan karakteristik dari pemenang duta wisata tersebut. Namun, peranan dan kontribusi mereka sebagai duta wisata yang notabene “ikon”nya daerah setempat masih jarang kita dengar. Sementara ini tugas duta wisata masih samar-samar, seharusnya dilakukan perubahan terhadap kriteria dan outcome-nya supaya duta wisata dapat menjadi sebuah ajang yang benar-benar berguna. Terlebih pada kenyataannya pemenangnya belum mampu membuktikan kalau mereka bisa mempertanggung jawabkan apa yang telah mereka dapatkan.
Sebagai tambahan, fakta bahwa duta wisata mayoritas berstatus pelajar dan mahasiswa, juga menyulitkan perkembangan ide dan kontribusi mereka karena kesibukan pribadi. Lain halnya apabila mereka dicutikan dan dipekerjakan untuk Dinas Pariwisata sebagai staf pengembangan dan promosi pariwisata. Jadi untuk mengatakan bahwa duta wisata adalah pajangan kurang lebih tepat. Sebab, setelah event duta wisata mereka tidak diberdayakan dengan maksimal untuk keperluan Dinas Pariwisata sehingga pada akhirnya hanya muncul pada saat acara-acara seremonial dan bagi-bagi amplop di kantor.
Untuk perbandingan dengan yang terjadi di luar negeri, kebanyakan pemenang kontes serupa biasanya langsung terjun mengerjakan kegiatan sosial yang membantu masyarakat yang dampaknya sangat besar. Dari memberikan semangat kepada tim dance di sebuah universitas kecil, sampai menjadi juru bicara berbagai organisasi sosial besar. Segala sesuatu yang dapat dikerjakan pasti mereka laksanakan sesuai misi dan visi komite kontes dan juga pemenang kontesnya. Lebih menarik lagi media juga ikut memberitahukan kepada masyarakat tentang kontribusi dan hasilnya lewat majalah atau berita di televisi, sehingga masyarakat mengetahui segala sesuatu yang telah dilakukan para pemenang kontes.
Harapan kita, duta wisata ke depan semakin berkembang dan berfungsi sebagai duta pariwisata dan duta budaya. Sehingga bisa dilihat hasilnya bukan hanya dilihat dari segi umum saja, karena kita tidak bisa menilai segala sesuatu hanya dari satu sudut pandang saja. Secara konkret, seorang presiden pun tidak semudah membalikkan telapak tangan dalam menjalankan dan mengatur sebuah negara. Apalagi hanya seorang duta wisata yang tidak mudah mendapatkan segala fasilitas untuk melakukan promosi budaya dan promosi wisata. Namun, perlu diakui bahwa ajang pemilihan duta wisata dapat membawa perubahan dalam pribadi dan tingkah laku para generasi muda, karena setelah mengikuti ajang pemilihan duta wisata, rasa cinta budaya menjadi semakin mengental di dalam diri.
Mulai sekarang, seluruh duta wisata harus dapat menunjukkan kalau memiliki niat baik dalam memberikan kontribusi bagi daerahnya, karena belum terlambat untuk memulai sesuatu yang baik. Andaikan tidak dilakukan, duta wisata hanya akan menjadi ikon pemborosan yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat yang tidak dapat meninggalkan kesan apa pun yang hilang tertelan waktu. (***)
Sebagai Seorang Duta Wisata, sudah seyogyanya membuktikan bahwa seorang duta wisata memiliki kewajiban untuk menjalankan tugasnya dengan baik, baik secara terstruktur maupun secara tidak.

Sumber Inspirasi: